Lenteraindonesia.id || SURABAYA – Partai Nasionalis Nusantara (PNN) mulai memanaskan mesin organisasinya menuju agenda politik 2029. Penguatan struktur menjadi salah satu fokus utama melalui pembentukan Tim 9 yang diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan menggerakkan organisasi secara lebih terarah.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat konsolidasi internal PNN yang digelar di SWK Studio, Jalan Jarsk No. 18, Surabaya, Rabu, 7 Oktober 2026.
Rapat dimulai pukul 18.00 WIB hingga selesai dan diikuti 11 orang pengurus. Selain membahas konsolidasi internal, pertemuan tersebut juga menjadi forum untuk menyusun pembagian tugas dan memperkuat pola kerja organisasi.
Pembentukan Tim 9 menjadi salah satu keputusan penting dalam rapat. Tim tersebut diproyeksikan sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi, komunikasi, konsolidasi, serta pergerakan organisasi di berbagai bidang.
Pengurus PNN menyadari bahwa menghadapi perjalanan menuju 2029 diperlukan organisasi yang tidak hanya memiliki struktur, tetapi juga mempunyai pola kerja yang jelas dan mampu menjalankan program secara konsisten.
Karena itu, loyalitas, dedikasi, tanggung jawab, komunikasi, dan kekompakan menjadi nilai yang ditekankan dalam menjalankan tugas organisasi.
Konsolidasi Dua Kali Sebulan
Untuk menjaga ritme organisasi, PNN menyepakati pelaksanaan rapat konsolidasi secara rutin dua kali dalam satu bulan.
Forum tersebut akan digunakan untuk mengevaluasi perkembangan organisasi, menyamakan langkah, membahas program kerja, sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang membutuhkan penyelesaian bersama.
Rapat koordinasi berikutnya dijadwalkan berlangsung di Rumah Cak Heri pada 21 Oktober 2026.
Dengan konsolidasi yang dilakukan secara berkala, masing-masing bidang diharapkan dapat menyampaikan perkembangan tugas sekaligus menyusun langkah lanjutan secara lebih terukur.
Tim 9 Mulai Bagi Fokus Kerja
Dalam rapat, pembagian bidang kerja dalam Tim 9 juga mulai disusun.
Untuk Bapilu/Litbang, Cak Dwi ditetapkan sebagai Ketua Bapilu/Litbang bersama Cak Doni.
Bidang tersebut akan menangani strategi pemenangan, penelitian dan kajian, serta pengembangan organisasi, termasuk penguatan struktur DPD.
Sementara Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) dipercayakan kepada Cak Dedik sebagai Ketua OKK.
Bidang Hukum dan Advokasi diisi Cak Wanto.
Sedangkan Humas, Media dan Komunikasi dibahas untuk dijalankan oleh Cak Zainal dan Cak Hamim.
Untuk bidang Sosial dan Kemasyarakatan, Cak Johan ditunjuk sebagai Kabid Sosial dan Kemasyarakatan.
Adapun bidang Pemberdayaan UMKM masih belum ditentukan personelnya dan akan dibahas dalam koordinasi berikutnya.
Sementara Cak Pur menyampaikan kesiapan untuk ditempatkan di bidang mana pun sesuai kebutuhan organisasi.
Tidak Hanya Politik, Ekonomi Masyarakat Jadi Perhatian
Rapat juga membahas pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya sektor UMKM.
Program tersebut dinilai penting agar keberadaan organisasi tidak hanya berkutat pada persoalan internal dan politik, tetapi juga memiliki program yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemberdayaan UMKM nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu ruang bagi organisasi untuk membangun keterlibatan masyarakat sekaligus mendorong penguatan ekonomi di tingkat bawah.
Ning Eka: Tim 9 Adalah Kerja Bersama
Dalam arahannya, Ning Eka menegaskan bahwa Tim 9 bukan sekadar pembagian posisi, melainkan wadah kerja bersama.
Loyalitas, dedikasi, tanggung jawab, komunikasi, dan kekompakan menjadi hal yang harus dijaga oleh seluruh anggota dalam menjalankan amanah organisasi.
Kekuatan organisasi, kata dia, tidak hanya ditentukan oleh struktur, tetapi juga oleh kemampuan pengurus untuk bekerja secara bersama-sama dan saling mendukung.
Menata Mesin Organisasi Menuju 2029
Pembentukan Tim 9 menjadi bagian dari langkah awal PNN dalam menata mesin organisasi menuju 2029.
Setelah struktur awal terbentuk, pekerjaan berikutnya adalah menyempurnakan pembagian bidang, menentukan personel yang masih kosong, serta menyusun program kerja yang dapat diterapkan masing-masing bidang.
Konsolidasi dua kali dalam sebulan juga menjadi instrumen evaluasi agar perkembangan organisasi dapat dipantau secara berkelanjutan.
Dengan struktur yang mulai ditata, pembagian kerja yang lebih jelas, serta agenda konsolidasi rutin, PNN berupaya membangun organisasi yang lebih solid dan siap menghadapi dinamika politik ke depan.
Menuju 2029, tantangan PNN bukan hanya bagaimana membangun struktur di atas kertas, tetapi bagaimana memastikan struktur tersebut benar-benar bekerja, mampu melakukan konsolidasi hingga tingkat bawah, dan memiliki program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Editor : Tim
Tidak ada komentar