
Lenteraindonesia.id || JEMBER – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gumukmas memberikan apresiasi atas inisiatif PT Nufarm Indonesia yang menggelar Program Zona Bebas Gulma (ZBG) di Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Selasa (28/7/2026). Kegiatan edukasi tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam memperkenalkan teknologi pertanian modern kepada petani jagung bioteknologi.
Program yang diikuti sebanyak 510 petani itu menghadirkan edukasi mengenai teknik pengendalian gulma melalui pemanfaatan herbisida Roundup pada budidaya jagung bioteknologi. Antusiasme peserta yang melampaui target menunjukkan semakin tingginya minat petani untuk mempelajari inovasi yang dapat meningkatkan efisiensi usaha tani.
Koordinator BPP Gumukmas, Murdoso, menilai sinergi antara pemerintah melalui penyuluh pertanian dan sektor swasta sangat penting dalam mempercepat transfer teknologi kepada petani.
“Kami mengapresiasi PT Nufarm Indonesia yang telah memberikan edukasi kepada para petani di Kecamatan Gumukmas. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena menambah wawasan petani mengenai perkembangan teknologi di bidang pertanian, khususnya dalam pengendalian gulma yang efektif,” ujar Murdoso.
Menurutnya, tantangan pertanian saat ini membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar petani tidak hanya mengandalkan cara-cara konvensional, tetapi juga mampu memanfaatkan inovasi yang berkembang untuk meningkatkan produktivitas.
Ia berharap PT Nufarm Indonesia terus berkomitmen mendampingi petani melalui program-program edukatif dan menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian.
“Kami berharap PT Nufarm Indonesia terus menjadi perusahaan yang inovatif di sektor pertanian. Semoga inovasi yang dikembangkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta mendukung kemajuan pertanian, khususnya di Kabupaten Jember,” tambahnya.
Melalui Program Zona Bebas Gulma, PT Nufarm Indonesia tidak hanya memperkenalkan teknologi pengendalian gulma, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan penyuluh pertanian dalam meningkatkan kapasitas petani. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi pertanian modern sehingga produktivitas jagung di wilayah Gumukmas terus meningkat.
Editor : Tim
Tidak ada komentar