Kamis, 23 Jul 2026

Mbah Wewe: Dadi Uwong Ojo Adigung Adiguno, Warnai Istighotsah Majelis Al-Mubarok Surabaya

rohman
3 Jan 2026 01:24
2 menit membaca

LenteraIndonesia.id || Surabaya – Yayasan Majelis Al-Mubarok Surabaya kembali menggelar kegiatan rutin Istighotsah dan Sholawat pada Jum’at ke-1, 2 Januari 2026, bertempat di Mabes SIP YMAS, Jalan Simorejo Timur XI No. 24, Surabaya. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini tetap berlangsung khidmat meskipun hujan mengguyur lokasi acara.

Rangkaian acara diawali dengan tawasul yang dipimpin langsung oleh Gus Barok, selaku pimpinan Majelis Al-Mubarok. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa hujan tidak menyurutkan langkah para jamaah untuk tetap hadir mengikuti rutinan majelis.

“Alhamdulillah, hujan tidak menjadi penghalang bagi para jamaah untuk tetap hadir dan bermunajat bersama,” ujarnya.

Sebelum acara inti dimulai, Gus Barok juga memberikan wejangan singkat. Ia menekankan bahwa doa yang paling ampuh tidak selalu berasal dari para kiai, melainkan bisa datang dari doa para jamaah yang hadir dengan penuh keikhlasan dan ketulusan hati.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan istighotsah yang dipimpin oleh Ustadz Wawan, kemudian diteruskan dengan tahlil yang dipimpin oleh Gus Barok, serta mahallul qiyam yang dipimpin oleh Gus Alfiyan Mukorrobin asal Banyuwangi.

Di penghujung acara, pengajian disampaikan oleh K.H. Imron Gendro Pamungkas, yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Wewe, asal Banyuwangi. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya sikap bersyukur dan menerima segala ketentuan Allah SWT dengan lapang dada.

Menurut Mbah Wewe, apa pun bentuk pemberian Allah kepada umat-Nya—baik berupa nikmat maupun cobaan—harus diterima dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur. Ia mengingatkan bahwa hakekatnya yang memiliki kekayaan sejati hanyalah Allah SWT, sedangkan manusia hanya menerima titipan.
Dadi uwong ojo adigung adiguno,” pesan Mbah Wewe, yang bermakna agar manusia tidak bersikap sombong dan merasa paling mampu, karena segala sesuatu telah diatur oleh Allah melalui qada dan qadar-Nya.

Dalam kesempatan tersebut, Mbah Wewe juga membagikan doa untuk memohon kelancaran rezeki, yaitu:
Bismillah min sulaimana wa innahu bismillahirrahmanirrahim.”

Ia turut menyampaikan filosofi Jawa yang sarat makna kehidupan:
Niat ingsun nyebar gondo arum, tyas manis kang mantesi, ruming wicara kang mranani, sinembah laku utama,”
yang dimaknai sebagai tekad untuk menyebarkan kebaikan dengan hati yang pantas, tutur kata yang baik, serta menjalani laku kehidupan yang utama.

Kegiatan Istighotsah dan Sholawat tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Gus Barok, dan seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib, aman, serta penuh kekhusyukan.

Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap Jum’at ke-1 dan ke-3, dengan harapan dapat memperkuat keimanan, kebersamaan, serta ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.

 

Editor : Soim

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *