
Lenteraindonesia.id || Kediri – Salah satu oknum pengurus PWNU meminta kepada pimpinan redaksi lenteraindonesia.id untuk menghapus pemberitaan terkait kegaduhan sidang pleno Munas dan konbes di pondok pesantren AL-FALAH Ploso Kediri tuai sorotan publik.
Sapaan akrab Ipunk selaku Pimpinan redaksi media Lenteraindonesia.id sangat kecewa dan merasa tidak dihargai sebagai tugas jurnalis oleh salah satu oknum yang mengaku salah satu pengurus PWNU Jawa tengah.
Kekecewaan bermula setelah pimpinan redaksi mendapati adanya tlp melalui WhatsApp dan meminta supaya pemberitaan tersebut bisa di hapus dengan alasan supaya tidak memperkeruh suasana di kalangan internal PBNU.
Dan oknum tersebut juga menyampaikan akan memberikan suatu iming-iming imbalan jika pemberitaan tersebut bisa di hapus dari redaksi media lenteraIndonesia.id,Namun dengan tegas ipunk selaku pimpinan redaksi menolaknya
“Masih kata Ipunk, menyampaikan ini sangat jelas mencederai kebebasan pers dan karena kami bekerja berdasarkan fakta dan prinsip jurnalistik, bukan atas tekanan dari siapapun dan dari pihak manapun, jika ada pihak yang merasa di rugikan bisa menggunakan hak jawab atau jalur hukum sesuai UU No.40 Tahun 1990 tentang pers.“Tagas Ipunk
Ironisnya, Dugaan kuat pimpinan redaksi di iming iming sejumlah uang puluhan juta rupiah untuk penghapusan pemberitaan (takedown), kamis tanggal 25 Juni 2026.
Editor : Red
Tidak ada komentar