Minggu, 30 Agu 2026

Gus Peyek dalam Maulid Nabi: Jadikan Sisa Usia Lebih Berkah dengan Meneladani Akhlak Rasulullah

admin
29 Agu 2026 05:02
4 menit membaca

Lenteraindonesia.id || SURABAYA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola Al Muttaqin, Jalan Simorejo IX, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, berlangsung khidmat pada Jumat (28/8/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB, ba’da Isya, tersebut diikuti jamaah, pengurus mushola, serta warga sekitar. Selain menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi dan meningkatkan keteladanan terhadap akhlak Rasulullah SAW.

Hadir dalam kegiatan tersebut para penasehat Mushola Al Muttaqin, Abah Nawang Wahyudi dan Abah Surono, Ketua Takmir Mushola Al Muttaqin Febri Sugianto, serta jajaran pengurus mushola.

Rangkaian acara diawali dengan lantunan sholawat yang dibawakan Grup Hadrah Mushola Al Muttaqin. Suasana religius semakin terasa ketika jamaah bersama-sama mengikuti lantunan sholawat.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang disampaikan oleh Qori’ Isomuddin, S.Pd.

Ketua Takmir Sampaikan Apresiasi kepada Jamaah dan Donatur

Dalam sambutannya, Ketua Takmir Mushola Al Muttaqin, Febri Sugianto, mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memanjatkan sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW.

“Pertama-tama, marilah kita ucapkan sholawat dan salam kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Atas nikmat dan limpahan rahmat-Nya, kita bisa melaksanakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujar Febri.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan, khususnya para donatur.

“Terima kasih kepada para donatur yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu atas donasinya, sehingga acara ini bisa berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Menurut Febri, dukungan para donatur, pengurus, jamaah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut.

Gus Peyek: Kemuliaan Rasulullah Terletak pada Akhlaknya

Memasuki acara inti, tausiyah disampaikan oleh Gus Peyek dari Sidoarjo.

Dalam tausiyahnya, Gus Peyek mengajak jamaah untuk memahami makna kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai Habibullah, yakni kekasih Allah SWT, dan memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah SWT.

Menurut Gus Peyek, kemuliaan Rasulullah SAW bukan karena harta kekayaan ataupun jabatan duniawi. Kemuliaan tersebut tercermin dari keluhuran budi pekerti dan akhlak beliau.

Ajaran yang dibawa Rasulullah SAW, kata dia, mengajarkan manusia untuk menebarkan kasih sayang kepada sesama dan menjaga hubungan yang baik dengan seluruh alam.

Karena itu, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan nyata.

Sisa Usia Menjadi Kesempatan untuk Muhasabah

Gus Peyek kemudian menekankan pentingnya keberkahan dalam usia.

Menurutnya, umur yang panjang akan memiliki nilai apabila diisi dengan amal kebaikan, ibadah, serta perbuatan yang memberikan manfaat bagi orang lain.

“Yang penting bukan hanya panjangnya usia, tetapi bagaimana usia yang diberikan Allah SWT itu menjadi usia yang berkah dan bermanfaat,” pesannya.

Ia mengajak jamaah menjadikan sisa usia sebagai kesempatan untuk melakukan muhasabah, memperbaiki kesalahan, meningkatkan ibadah, memperbanyak amal kebaikan, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.

Pesan tersebut mengingatkan jamaah bahwa bertambahnya usia semestinya diiringi dengan bertambahnya kualitas amal dan kedekatan kepada Allah SWT.

Dalam tausiyahnya, Gus Peyek juga mengingatkan makna hadis Rasulullah SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya.

Isra Mi’raj dan Pentingnya Menjaga Sholat

Selain membahas keberkahan usia dan akhlak Rasulullah SAW, Gus Peyek turut mengingatkan jamaah mengenai peristiwa Isra Mi’raj.

Ia menyampaikan tentang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW hingga Sidratul Muntaha, yang menjadi salah satu peristiwa penting dalam perjalanan kenabian beliau.

Dalam peristiwa Isra Mi’raj tersebut, Rasulullah SAW menerima perintah untuk melaksanakan sholat.

Karena itu, Gus Peyek mengingatkan jamaah agar senantiasa menjaga sholat sebagai ibadah utama dan kewajiban umat Islam.

Tidak hanya persoalan ibadah, jamaah juga diajak menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar, yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan cara yang baik serta sesuai tuntunan agama.

“Jangan sampai kita hanya memperingati Maulid Nabi, tetapi tidak menjalankan apa yang menjadi tuntunan beliau. Sholat harus dijaga, kebaikan harus ditegakkan, dan kemungkaran harus dijauhi,” pesan Gus Peyek.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi momentum perubahan bagi jamaah, terutama dalam meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperbanyak amal yang memberikan manfaat kepada sesama.

Ditutup Doa Abah Abdul Rasid

Usai tausiyah dan seluruh rangkaian kegiatan, acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola Al Muttaqin ditutup dengan doa yang disampaikan oleh Abah Abdul Rasid.

Doa tersebut menjadi penutup kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, jamaah Mushola Al Muttaqin diharapkan semakin mencintai Rasulullah SAW, menjaga ibadah, mempererat silaturahmi, serta mampu mengisi sisa usia dengan amal kebaikan yang bermanfaat bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

 

Editor : Tim

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *