Senin, 24 Agu 2026

Seminar dan Sosialisasi Anti Bullying: Wujudkan Pesantren Nyaman dan Bebas Bullying

admin
24 Agu 2026 06:31
2 menit membaca

Lenteraindonesia.id || Surabaya, Sabtu 24 Agustus 2026 — Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah menggelar Seminar dan Sosialisasi Anti Bullying dengan mengusung tema “Mondok Nyaman, Prestasi Gemilang: Mewujudkan Pesantren Bebas Bullying.” Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Timur Lantai 5 Al Fithrah sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada para santri tentang pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, saling menghargai, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

Seminar tersebut menghadirkan dua pemateri, yakni Ust. Faiz dan Ust. M. Nasir, S.Pd., Gr. Keduanya memberikan pembekalan kepada para santri mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk dan dampaknya, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menangani tindakan bullying di lingkungan pesantren.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, di antaranya Kepala Pondok, Ust. Nasiruddin, M.Pd.; Kepala Wadifah, Ustadz Toha, S.Ud.; serta PJ BK, H. Abdur Rouf, S.Ag. Kehadiran para pengurus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap terciptanya lingkungan pendidikan pesantren yang kondusif dan mendukung perkembangan karakter para santri.

Dalam sambutannya, perwakilan pengurus menyampaikan bahwa persoalan bullying tidak boleh dianggap sebagai hal sepele. Perundungan, baik berupa ucapan, tindakan fisik, tekanan psikologis, maupun tindakan yang dilakukan melalui media sosial, dapat memberikan dampak yang serius terhadap korban.

“Pesantren harus menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh santri untuk belajar, beribadah, berkembang, dan meraih prestasi. Karena itu, tidak boleh ada tindakan yang merendahkan, menyakiti, atau membuat saudara kita merasa takut dan tidak nyaman. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan pesantren agar tetap aman dan penuh dengan nilai kasih sayang serta saling menghormati.”

Pengurus juga mengajak seluruh santri untuk tidak hanya menjadi pribadi yang tidak melakukan bullying, tetapi juga berani mencegah dan melaporkan apabila menemukan tindakan perundungan.

“Jangan menjadi pelaku bullying, jangan menjadi korban yang diam, dan jangan pula menjadi penonton yang membiarkan bullying terjadi. Jika melihat tindakan yang tidak sesuai, segera sampaikan kepada pengurus, wali asrama, atau pihak BK agar dapat ditangani dengan baik.”

Melalui seminar dan sosialisasi ini, diharapkan seluruh santri semakin memahami pentingnya menjaga adab, menghormati sesama, serta membangun budaya saling membantu dan menguatkan. Pesantren bukan hanya tempat untuk menuntut ilmu, tetapi juga tempat membentuk akhlak dan karakter.

Dengan semangat “Mondok Nyaman, Prestasi Gemilang”, Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, harmonis, dan bebas dari bullying, sehingga para santri dapat belajar dan berprestasi secara optimal.

 

Editor : Nasir

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *