Kamis, 28 Mei 2026

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bersama Forum Pemuda Kerukunan Umat Beragama (FPKUB) Sumenep Gelar Bakti Sosial Lintas Agama di Graha Bina Bhakti

admin
25 Des 2025 09:42
3 menit membaca

LenteraIndonesia.id || Sumenep, -Semangat Natal di Kabupaten Sumenep tahun ini tidak hanya dirayakan dalam doa, tetapi juga diterjemahkan menjadi aksi nyata kepedulian lintas iman.

Pada Kamis (25/12/2025) pukul 13.00 WIB, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Forum Pemuda Kerukunan Umat Beragama (FPKUB) Kabupaten Sumenep menggelar bakti sosial lintas agama di Graha Bina Bhakti, Gereja Paroki Maria Gunung Karmel, Pabian, Sumenep.

Kegiatan yang dihadiri para tokoh lintas agama, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), serta 70 penerima bantuan sosial lintas agama dan lintas iman ini menjadi potret hidup harmoni sosial di ujung timur Pulau Madura. Di ruang gereja, perbedaan keyakinan melebur dalam satu bahasa yang sama, yaitu kepedulian dan kemanusiaan.

Ketua FKUB Sumenep, KHR. Achmad Qusyairi Zaini, S.S., dalam sambutannya menegaskan bahwa bakti sosial pembagian sembako dalam rangka menyambut Natal adalah bahasa universal cinta. Menurutnya, kegiatan ini tidak berbicara tentang agama siapa yang memberi atau siapa yang menerima, melainkan tentang hati nurani yang terpanggil untuk saling menguatkan.

“Inilah esensi ajaran semua agama: menghadirkan kasih, menebar kepedulian, dan memuliakan martabat manusia,” ujar Kiai Qusyairi di hadapan para tamu undangan.

Ia juga menekankan bahwa FKUB memandang seluruh rumah ibadah gereja, masjid, pura, vihara, hingga klenteng bukan semata sebagai tempat ritual, tetapi sebagai rumah kemanusiaan.

“Ketika rumah ibadah terbuka untuk kepedulian sosial, maka di situlah agama menemukan maknanya yang paling sejati; agama menjadi rahmat, menjadi terang, dan menjadi harapan bagi semua,”_ tegasnya.

Menutup sambutannya, Kiai Qusyairi menyampaikan pesan damai yang menggema melampaui sekat keyakinan,

Selamat Natal. Damai Kristus bagi umat Kristiani, dan damai Indonesia bagi kita semua.

Pada kesempatan itu, Kiai Qusyairi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Romo Kornelius Kopong Subang beserta seluruh pengurus Gereja Paroki Maria Gunung Karmel Pabian yang telah membuka pintu gereja sebagai ruang kebersamaan lintas iman.

Apresiasi serupa disampaikan oleh perwakilan Bakesbangpol Sumenep, Hairil Bustami, yang menilai FKUB Sumenep sebagai pilar penting perekat sosial di daerah.

_“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada FKUB Sumenep yang secara konsisten menjadi penggerak perdamaian dan persaudaraan lintas agama dan lintas iman. Berkat sinergi yang intens dan baik antara FKUB dan pemerintah daerah, Sumenep hingga kini tetap aman, damai, dan kondusif. Bahkan pada tahun 2025 ini, Sumenep mendapat anugerah penghargaan Indeks Harmoni dari Kementerian Dalam Negeri,”_ ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Jenderal FKUB Sumenep Dr. Imaduddin, M. Pd., Ketua FPKUB Khairul Umam, serta para tokoh lintas agama: Kyai Hazmi Basyir dan Ustadz Subaidi (Muslim), Koh Sugianto (Buddha), Imam Santoso (Konghucu), Pendeta Yusuf (Protestan), dan sebagai tuan rumah acara Romo Kornelius Kopong Subang (Katolik).

Bakti sosial lintas agama ini menjadi penegasan bahwa harmoni bukan sekadar jargon, melainkan kerja bersama yang dirawat dengan ketulusan. Dari Sumenep, pesan itu menggema: di tengah keberagaman, Indonesia tetap bisa berdiri kokoh sebagai rumah bersama.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *