Rabu, 02 Sep 2026

ARSAS Sampaikan Lima Tuntutan di Surabaya, Soroti Parkir Gratis hingga Kesejahteraan Keluarga Ojol

admin
1 Sep 2026 12:18
2 menit membaca

Lenteraindonesia.id || SURABAYA, Selasa (1/9/2026) — Aliansi Rakyat Surabaya (ARSAS) menyampaikan lima tuntutan dalam Deklarasi Hasil Kopdar yang menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan langsung dengan kehidupan para pengemudi ojek online (ojol) dan keluarganya di Kota Surabaya.

Lima poin tersebut mencakup persoalan aturan parkir, fasilitas parkir gratis bagi pengemudi ojol, evaluasi klasifikasi desil warga kurang mampu, akses Rusunawa, hingga prioritas beasiswa bagi putra-putri pengemudi ojol.

Dalam deklarasinya, ARSAS pertama-tama menyerukan agar seluruh pihak menaati aturan parkir yang berlaku di Kota Surabaya sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwali). Menurut ARSAS, kepatuhan terhadap aturan parkir diperlukan untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta keharmonisan masyarakat.

Kedua, ARSAS meminta adanya kebijakan parkir gratis bagi pengemudi ojol yang menggunakan jaket atau atribut ojol. Kebijakan tersebut diusulkan berlaku di area parkir maupun tepi jalan di seluruh wilayah Kota Surabaya.

ARSAS menilai pengemudi ojol merupakan bagian dari pekerja sektor transportasi yang setiap hari beraktivitas di berbagai kawasan Kota Surabaya. Karena itu, persoalan biaya parkir dinilai perlu mendapatkan perhatian dalam kebijakan yang lebih berpihak kepada pekerja lapangan.

Ketiga, ARSAS mendesak pemerintah melakukan rasionalisasi atau evaluasi terhadap klasifikasi desil bagi warga Surabaya yang masuk kategori kurang mampu. Dalam usulannya, pengemudi ojol diharapkan dapat menjadi salah satu kelompok yang mendapatkan perhatian dan prioritas dalam program bantuan maupun kebijakan kesejahteraan.

Keempat, ARSAS mengusulkan agar anggotanya yang belum memiliki rumah sendiri mendapatkan prioritas dalam akses atau antrean Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kota Surabaya.

Usulan tersebut diarahkan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap anggota komunitas yang dinilai masih membutuhkan akses hunian yang layak dan terjangkau.

Kelima, ARSAS meminta adanya prioritas dalam Program Beasiswa Pemuda Tangguh bagi putra-putri para pengemudi ojol. Program tersebut diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi keluarga pengemudi ojol, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan.

Kelima tuntutan tersebut menjadi bagian dari aspirasi ARSAS yang disampaikan melalui Deklarasi Hasil Kopdar. ARSAS berharap pemerintah Kota Surabaya dapat menjadikan aspirasi tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan maupun evaluasi kebijakan.

Bagi ARSAS, penyampaian deklarasi tersebut bukan sekadar menyampaikan tuntutan, tetapi juga menjadi upaya membuka ruang komunikasi antara masyarakat, komunitas pengemudi ojol, dan pemerintah.

ARSAS berharap adanya dialog dan sinergi yang lebih konkret dapat melahirkan kebijakan yang mampu menjawab persoalan masyarakat, khususnya para pekerja sektor transportasi daring beserta keluarganya.

Dengan lima tuntutan tersebut, ARSAS menegaskan pentingnya kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada ketertiban kota, tetapi juga memperhatikan aspek kesejahteraan, akses hunian, pendidikan, serta perlindungan sosial bagi masyarakat pekerja di Surabaya.

 

Editor : Tim

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *