
Lenteraindonesia.id || SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali melakukan penyegaran birokrasi dengan merotasi dan memutasi sebanyak 57 aparatur sipil negara (ASN) yang menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas. Pergantian tersebut meliputi kepala dinas, direktur rumah sakit daerah, camat, sekretaris dinas, kepala bidang, lurah, sekretaris kelurahan hingga kepala seksi di sejumlah kecamatan dan kelurahan.
Mutasi ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemkot Surabaya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan efektivitas organisasi, serta mengoptimalkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Pada jajaran pimpinan tinggi pratama, terdapat lima posisi strategis yang mengalami pergantian. Achmad Zaini dipercaya menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Muhamad Fikser mendapat amanah sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Herry Purwadi dipercaya memimpin Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata.
Selain itu, dr. Arif Setiawan ditunjuk sebagai Direktur RSUD Bhakti Dharma Husada, sedangkan Trio Wahyu Bowo dipercaya memimpin Dinas Perhubungan Kota Surabaya.
Rotasi juga dilakukan pada jajaran kewilayahan dengan pergantian enam camat. Febriadhitya Prajatara kini menjabat Camat Dukuh Pakis, Annita Hapsari Oktorina Sesoria menjadi Camat Gubeng, Eko Kurniawan Purnomo sebagai Camat Tandes, Iin Trisnoningsih sebagai Camat Lakarsantri, Yongky Kuspriyanto Wibowo sebagai Camat Sambikerep, serta Hajar Sulistyono dipercaya memimpin Kecamatan Bubutan.
Selain kepala dinas dan camat, mutasi juga menyentuh sejumlah jabatan administrator. Achmad Eka Mardijanto dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan, Putri Aisyah Mahanani menjabat Sekretaris Badan Pendapatan Daerah, Dahliana Lubis sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan, Anita Nenci Lia sebagai Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Bambang Udi Ukoro sebagai Sekretaris Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, serta Ridwan Mubarun menjadi Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Pada level kepala bidang, sejumlah pejabat juga mendapat amanah baru. Ferdhie Ardiansyah menjabat Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesbangpol, Rizal Zainal Arifin menjadi Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP, Yudhistira menjabat Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pengembangan Sumber Daya Satpol PP, serta dr. Rosita Dwi Yuliandari dipercaya sebagai Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan.
Di lingkungan rumah sakit daerah, dr. Yunita Sari dilantik sebagai Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang RSUD dr. Mohamad Soewandhie, sedangkan Dian Kusuma Wardhani menjabat Kepala Bidang Penunjang RSUD dr. Mohamad Soewandhie.
Sementara itu, Ridzotullahmad Nurchakim dipercaya sebagai Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata. Fauzie Mustaqiem Yos mendapat tugas sebagai Kepala Bidang Kesatuan Bangsa pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Mutasi juga dilakukan hingga tingkat kelurahan dan kecamatan. Jabatan lurah, sekretaris kelurahan, kepala seksi pemerintahan dan pelayanan publik, kepala seksi pembangunan, kepala seksi kesejahteraan rakyat dan perekonomian, kepala seksi ketentraman dan ketertiban umum, hingga kepala subbagian umum dan keuangan di berbagai kecamatan turut mengalami pergantian.
Beberapa di antaranya adalah Oky Yanuar Kusuma Atmaja sebagai Lurah Medokan Semampir, Ach. Fiqqy Fierly sebagai Sekretaris Kelurahan Nyamplungan, Qurrotul Aini sebagai Kepala Seksi Pemerintahan dan Pelayanan Publik Kelurahan Gebang Putih, serta sejumlah pejabat lainnya yang ditempatkan di Kecamatan Gunung Anyar, Gubeng, Sawahan, Rungkut, Lakarsantri, Sukomanunggal, Karang Pilang, Tenggilis Mejoyo, Tambaksari, Sambikerep, Asemrowo, Bulak, Wonokromo, Jambangan, Benowo, Pakal, Wonocolo, dan Tegalsari.
Pergantian pejabat tersebut diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan program pembangunan, meningkatkan koordinasi antar perangkat daerah, sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat hingga tingkat kelurahan.
Melalui rotasi dan mutasi ini, Pemerintah Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus membangun birokrasi yang profesional, adaptif, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan publik.
Seluruh pejabat yang baru dilantik diharapkan segera beradaptasi dengan lingkungan kerja baru, menjalankan tugas secara akuntabel, serta mampu memberikan kinerja terbaik demi mewujudkan pelayanan yang semakin cepat, efektif, dan responsif bagi warga Kota Surabaya.
Editor : Tim
Tidak ada komentar