Selasa, 01 Sep 2026

Rapat AHWA Tetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU Periode 2026–2031

admin
30 Agu 2026 17:43
2 menit membaca

Lenteraindonesia.id || Jombang, -Proses pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 berlangsung melalui mekanisme musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/8/2026).

Rapat AHWA dipimpin langsung oleh KH Miftachul Akhyar dan dilaksanakan di Ndalem KH Wahab Hasbullah, sebuah tempat yang memiliki nilai historis kuat dalam perjalanan Nahdlatul Ulama. Musyawarah tersebut diikuti oleh sembilan anggota AHWA yang sebelumnya terpilih dalam Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU. Kesembilan ulama tersebut mendapat mandat untuk bermusyawarah menentukan kepemimpinan tertinggi PBNU masa khidmah 2026–2031.

Dalam forum musyawarah yang berlangsung secara tertutup dan khidmat, sembilan anggota AHWA hadir secara fisik untuk menjalankan amanat Muktamar. Mekanisme AHWA sendiri menempatkan musyawarah para ulama sebagai instrumen utama dalam menentukan sosok yang dipercaya memimpin jajaran Syuriyah PBNU.

Setelah melalui proses musyawarah, hasil rapat AHWA kemudian dibawa ke hadapan Forum Pleno Paripurna Muktamar ke-35 NU. Tepat pukul 23.27 WIB, dilakukan pembacaan berita acara sekaligus pengumuman hasil musyawarah AHWA.

Berdasarkan hasil tersebut, KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya dan dipilih sebagai Rais Aam PBNU untuk periode 2026–2031. Penetapan ini sekaligus melanjutkan rekam jejak KH Miftachul Akhyar dalam kepemimpinan tertinggi Syuriyah PBNU. Sebelumnya, beliau juga merupakan salah satu anggota AHWA pada Muktamar ke-34 dan memiliki pengalaman panjang dalam kepemimpinan Nahdlatul Ulama.

Hasil musyawarah AHWA tersebut diumumkan secara resmi dalam Forum Pleno Paripurna oleh KH Anwar Iskandar, yang turut menjadi salah satu anggota AHWA. Pengumuman tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan Muktamar ke-35 NU, menandai selesainya proses penetapan Rais Aam PBNU untuk masa khidmah lima tahun ke depan.

Dengan terpilihnya kembali KH Miftachul Akhyar, Muktamar ke-35 NU menegaskan keberlanjutan kepemimpinan ulama dalam menjaga arah keagamaan, organisasi, serta khidmah Nahdlatul Ulama bagi umat, bangsa, dan negara.

 

Editor : Shohe

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *