Kamis, 16 Apr 2026

Jelang Ramadhan, Istighotsah dan Sholawat Al-Mubarok Surabaya Perkuat Ketahanan Spiritual Umat

admin
7 Feb 2026 05:19
3 menit membaca

LenteraIndonesia.id || SURABAYA – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota besar yang kian kompleks, Yayasan Majelis Al-Mubarok Surabaya kembali meneguhkan perannya sebagai ruang penguatan spiritual umat. Melalui kegiatan Istighotsah dan Sholawat, majelis ini mengajak masyarakat untuk menenangkan batin, memperkuat iman, sekaligus menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan dzikir dan doa bersama.

Kegiatan religius yang terbuka untuk umum ini akan digelar bersama Group Hadrah Al-Mubarok Surabaya pada Jumat (6/2/2026), ba’da salat Isya mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Acara ini diharapkan menjadi momentum kebersamaan umat dalam menguatkan nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan perkotaan.

Ketua Yayasan Majelis Al-Mubarok Surabaya menyampaikan bahwa istighotsah dan sholawat merupakan ikhtiar batin untuk menghadirkan ketenangan jiwa serta memperkokoh nilai-nilai keimanan di tengah tantangan zaman.

Melalui istighotsah dan sholawat, kami mengajak masyarakat untuk menundukkan hati, memohon pertolongan Allah SWT, dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW,” ujarnya.

Selain istighotsah dan sholawat, Majelis Al-Mubarok Surabaya juga secara rutin menggelar kajian keilmuan. Setiap Jumat ke-1 dan ke-3, jamaah diajak mengaji Kitab Nashoihul Ibad karya Syech Nawawi Al-Bantani, kitab klasik yang sarat dengan nasihat akhlak, keikhlasan, dan keteladanan.

Dengan mengusung dresscode bernuansa hitam dan putih—putra mengenakan baju hitam dan peci putih, serta putri mengenakan baju hitam dan kerudung putih—kegiatan ini diharapkan berlangsung khidmat, tertib, dan penuh kekompakan.

Seiring mendekatnya Bulan Suci Ramadhan, umat Islam kembali diingatkan pada sebuah hadis Rasulullah SAW yang sarat makna dan menjadi penguat optimisme dalam beribadah. Hadis tersebut menegaskan bahwa setiap dorongan kebaikan yang Allah hadirkan dalam diri hamba-Nya bukanlah sesuatu yang sia-sia, melainkan telah disiapkan balasan dan penerimaannya.

Dalam hadis yang diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, bahwa Allah SWT tidak akan memberikan lima perkara kepada seorang hamba, kecuali Dia telah menyiapkan lima perkara lain sebagai pasangannya. Dorongan menuju kebaikan menjadi tanda bahwa rahmat Allah sedang dibukakan.

Adapun lima perkara tersebut adalah: Allah tidak memberi rasa syukur kecuali telah menyiapkan tambahan nikmat; Allah tidak memberi kesempatan berdoa kecuali telah menyiapkan pengabulan doa; Allah tidak memberi dorongan memohon ampun kecuali telah membuka pintu ampunan; Allah tidak memberi kesempatan bertaubat kecuali telah menyiapkan penerimaan taubat; dan Allah tidak memberi kesempatan bersedekah kecuali telah menyiapkan penerimaan sedekah tersebut.

Makna hadis ini sejalan dengan keutamaan Bulan Ramadhan yang dikenal sebagai sayyidus syuhur atau penghulu segala bulan. Pada bulan ini, pahala ibadah dilipatgandakan, doa-doa dikabulkan, dosa-dosa diampuni, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, serta setan-setan dibelenggu.

Para ulama menegaskan, Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk memaksimalkan ibadah. Dorongan hati untuk berdoa, bersedekah, dan bertaubat bukan sekadar perasaan biasa, melainkan pertanda bahwa Allah SWT sedang membuka jalan rahmat bagi hamba-Nya.

Jika seseorang merasa ringan untuk berdoa, bersedekah, dan bertaubat, maka itu adalah kabar baik. Sebab Allah telah menyiapkan jawaban, penerimaan, dan ampunan,” ungkap salah satu pendakwah dalam kajian menyambut Ramadhan.

Dengan kegiatan istighotsah dan sholawat ini, Majelis Al-Mubarok Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang pembinaan ruhani umat. Di tengah derasnya arus kehidupan modern, dzikir dan sholawat kembali ditegakkan sebagai jalan menenangkan hati dan menguatkan iman menuju Ramadhan yang penuh keberkahan.

 

Editor : Tim

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *